Senin, 24 Mei 2010

MY TRIAL NOVEL : SKY ON My WAY Part 1: I WIN. Enjoy it and Comment , kasih saran ya



AssalamualaikumI Love U FULL

UPADET UPDATE GANN........
udah lam banget ya, bingung mau diisi apa.............


Kebetulan hobbie ane nambah satu yaitu pengen
nulis, apa aja dehhh, sekarang ya tertarik dengan novell lumayan susah sehh ni awalnya

tapi hasilnya ni udah bisa dinikmatin, judulnya
SKY ON MY WAY, lucu ya, coz aku teratrik dengan yang namanya langit ... begitu indah dan menentramkan

ni bagian pertama tulisan ane gan,, silakan deh coba dibaca duluu.............

SKY ON MY WAY



PART 1 : I WIN

Matahari pagi selalu menyapa dibawah naungan pepohonan sebelah rumahku. Padi terhampar hijau berbaur kuning oleh bijinya yang menua. Kupu kupu beterbangan silih berganti menyapa bunga yang baru bangun dari kuncupnya. Angin dingin yang semilir dari lembah dengan tenang menyapu tubuh kurus ini dengan segarnya.

Inilah Kehidupan pagiku yang selalu disapa oleh Bumi, ramah dan indah. Home Sweet Home, Rumahku bisa dibilang rumah idaman. Diapit oleh persawahan yang hijau dan dan sungai yang mengalir tenang, jernih airnya. Kalau diibaratkan hampir miriplah dengan surga firdaus. Orang bilang rumahku etan kali, artinya Timur sungai karena memang letaknya terpencil dari desaku, dipisahkan sungai tadi , jadi bisa dibilang terisolir.

Waktu menginjak jam setengah tujuh. Aku harus segera berangkat ke sekolah dengan sepeda buntutku,” tidak buntut sih cuma sedikit tua” begitulah aku suka mengelak, membela diri . Sekarang aku siswa MTs tahun akhir, Madrasah Tsanawiyah kepanjangannya jika temen temen belum tahu, setingkat SMP lah. Gaya necis dan rambut yang diolesi minyak NonMerk biar bisa berdiri, maklum lagi trennya. aku melaju sepeda kayuh dengan mantapnya. Jalan sepanjang desaku memang terhampar pematang sawah yang hijau sedap dipandang mata. Berjejer rapi petani yang mulai memanen padinya yang sudah merunduk, ada juga yang masih menyiangi, memang berbeda waktu panennya tergantung kapan mulai tanam.

Kukayuh sepeda dengan kecepatan kira kira 30 km/ jam, tidak terlalu yakin sih kira kira segitu. Asal tahu saja, desa sebelah yang kulalui saat berangkat sekolah ada belokan yang tajam, bisa dibilang seram. Karena memang berputar 180 derajat bak busur panah. Orang yang lalu lalang tidak bisa melihat apa yang datang dari arah depan. Harus ekstra hati hati pikirku. ditambah lagi sepeda yang hampir mirip rongsokan ini tak ada remnya. Terpaksa jika sampai tikungan itu biasanya aku menurunkan kecepatan seraya menggunakan kaki ini sebagai rem cadangan. Pokoknya seperti guru IPA ku untuk menggunakan segala potensi yang ada.

Aku menunggu hari ini. hari diumumkannya hasil Ujian Nasional, nilai yang mewakili jerih payah tiga tahun silam, hasil keringatku mengayuh sepeda ini. Aku deg-degan “ apa nilaiku baik atau mengenaskan tidak ya” . Pikiranku melayang sambil berkeliaran perasaan optimisme dan kegagalan silih berganti. Nilai ini yang yang akan menentukan masa depanku mendatang. Mengapa tidak ? keluarga yang serba kekurangan. Kakak perempuanku tidak sampai lulus MA, Madrasah Aliyah ( setingkat SMA) , dan akupun terancam senasib dengan dia. Jalan satu satunya dengan mencari beasiswa masuk MA, kudengar MA yang lumayan bergengsi nun jauh disana memberikan beasiswa SPP penuh bagi lulusan berpretasi peringkat satu SMP/ MTs. Jika aku dapat rangking satu, harapan dan asa pun masih bisa diraih, namun jika kugagal, berakhirlah tubuh ini dalam takdir seorang petani desa atau lebih parah kuli bangunan. Mimpi mimpi ini pun akan berakhir.

Waktu terasa melambat bak kura-kura berlari. Detik demi detik berganti meninggalkan kekhawatiran yang mendalam. Akhirnya waktu itu tiba. Pak Guru memberikan sebuah sertifikat kuning kertas buffalo yang kuterima dengan gemataran, kurasakan kaki ini nampak bergoyang riuh. Pak Guru menatap mataku dengan tajam. Mungkin hanya ingin mempermainkan atau memang berita buruk, beliau beraut muka sendu. Angin dingin pun masuk ubun ubun. Setan mulai membisikkan perasaan pesimistis direlung hati. Air mata mulai dan hampir memuntah. Eiiiittt.... sontak Pak guru tersenyum lebar sambil berujar aku berhasil, aku dapat beasiswanya, ku bisa melanjutkan ke MA Banin.

serasa malaikat Jibril memuntahkan sinar cahaya ultraman kearah Setan yang sedari tadi menghantuiku. Perasaan patah hati berganti dengan kebahagiaaan luar biasa. Serasa sayap kecil keluar dari iga – iga kurusku dan selanjutnya membawa tubuh ini terbang , hinggap di puncak pohon mangga sebelah musholla. Aku bahagia, akhirnya ku bisa merubah nasib ini. Dengan bangga ku bisa bilang ke bapak kalau aku akan meneruskan pendidikan setinggi mungkin, dengan lantang kusampaikan kepada dunia “ Aku akan raih mimpiku dengan tangan dan kaki ini, dengan segala kemampuan yang ada” Terimakasih Allah.


bersambung ya.................

3 komentar:

aliepati mengatakan...

masih newbie gan, mangaffff

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

gambarnya bagus...!

aliepati mengatakan...

wah wah, kok gambarnya, hehehe